Analisis Implementasi Standar Distribusi dan Penyimpanan Obat Narkotika dan Psikotropika di Instalasi Farmasi di Jawa Barat

Authors

  • Dewi Indah Jakarta Global University
  • Rizky Farmasita Budiastuti Jakarta Global University
  • Rayhan Akbar Jakarta Global University
  • Nopratilova Jakarta Global University
  • Anugerah Budipratama Adina Jakarta Global University

DOI:

https://doi.org/10.56904/jgpr.v1i02.173

Keywords:

distribusi, narkotika, psikotropika, penyimpanan, pengetahuan

Abstract

Pengelolaan obat golongan narkotika dan psikotropika memerlukan pengawasan ketat, terutama pada tahap distribusi dan penyimpanan, mengingat sifat adiktifnya yang berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian praktik distribusi dan penyimpanan obat golongan narkotika dan psikotropika di Instalasi Farmasi di Jawa Barat. serta menilai tingkat pengetahuan apoteker terhadap aspek tersebut dan melihat hubungan faktor karakteristik apoteker. Penelitian dilakukan pada Februari hingga Juli 2025 menggunakan metode deskriptif dengan observasi langsung di instalasi farmasi di Jawa Barat dan penyebaran kuesioner kepada 109 apoteker di Kabupaten Bekasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penyimpanan narkotika dan psikotropika mencapai 95% (kategori baik), distribusi narkotika mencapai 95% (kategori baik), dan distribusi psikotropika mencapai 100% (kategori sangat baik). Penilaian kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar apoteker (95,4%) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di Instalasi Farmasi di Jawa Barat telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja berperan dalam meningkatkan pemahaman apoteker terhadap regulasi dan praktik pengelolaan obat yang aman dan sesuai standar

References

1. Lumenta, J., Wullur, A., & Yamlean, P. V. Y. (2015). Evaluasi penyimpanan dan distribusi obat psikotropika di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado. Pharmacon, 4(4), 147–155. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/pharmacon/article/view/10203

2. Addini, B. N., Gloria, F., Rizki, G., Farizi, A., Kunci, K., & Penyimpanan, P. (2022). Evaluasi sistem penerimaan dan penyimpanan perbekalan farmasi di apotek wilayah Kota Semarang. Seminar Nasional Kesehatan, 1–11.

3. Monibala, T., Citraningtyas, G., & Yamlean, P. V. Y. (2019). Evaluasi penyimpanan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi RSUD Noongan, Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Pharmacon, 8(1), 79. https://doi.org/10.35799/pha.8.2019.29240

4. Pondaag, I. G., Sambou, C. N., Kanter, J. W., & Untu, S. D. (2020). Evaluasi sistem penyimpanan obat di UPTD Instalasi Farmasi Kota Manado. Biofarmasetikal Tropis, 3(1), 54–61. https://doi.org/10.55724/j.biofar.trop.v3i1.256

5. Rustanti, Y. A., & Kusuma, A. M. (2019). Pengetahuan, sikap, dan perilaku apoteker dalam pekerjaan kefarmasian di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas. Sainteks: Jurnal Ilmiah Farmasi, 11(2).

6. Herman, M. J., Handayani, R. S., & Siahaan, S. A. (2013). Kajian praktik kefarmasian apoteker pada tatanan rumah sakit. Jurnal Keperawatan, 7(8).

7. Supriyanta, J., El-Haque, G. A., & Lestari, T. (2020). Evaluasi pelaksanaan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) di apotek wilayah Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Jurnal Farmagazine, 7(2), 1–? https://doi.org/10.47653/farm.v7i2.183

8. WHO. (2003). Operational Principles for Good Pharmaceutical Procurement. Geneva: World Health Organization.

9. Hidayat, R., Utami, A. S., & Nuraini, L. (2020). Hubungan jenis kelamin dan lama bekerja dengan tingkat pengetahuan pengelolaan obat narkotika dan psikotropika. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 18(2), 105–112.

10. Pratama, D., & Ayu, M. (2021). Analisis faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan apoteker tentang pengelolaan logistik obat. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 9(1), 22–30.

11. Wulandari, D., Sari, N., & Kurniawan, T. (2019). Hubungan pengalaman kerja dengan pengetahuan apoteker tentang pengelolaan obat di Puskesmas. Jurnal Penelitian Farmasi dan Klinis, 7(3), 88–94.

12. Angela, V., Nurmainah, & Purwanti, N. U. (2022). Evaluasi penyimpanan dan distribusi obat narkotika dan psikotropika di Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong Pontianak. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 6(1), 1–10.

13. Yasa, T. G., Santi, N. M. D. S., & Gayatri, N. P. A. D. (2023). Evaluasi penyimpanan dan distribusi obat narkotika dan psikotropika di Apotek Oke Farma. Jurnal Pharmactive, 2(2), 90–96.

14. Elyyani, F., & Ghozali, M. (2016). Gambaran pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Naskah Publikasi Karya Tulis Ilmiah, 1–12.

15. Hasanah, A., Khoerunnisa, A., Barkah, D., Putri, D., & Yuniarsih, N. (2022). Review: Standar pelaksanaan alur distribusi & penyimpanan obat narkotik & psikotropika berdasarkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2015 di Indonesia. Pendidikan dan Konseling, 4, 12590–12596.

16. Mardiati, N., Kurniawan, G., & Meydina, N. F. (2018). Evaluasi penyimpanan obat narkotika dan psikotropika di depo central instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura. Borneo Journal of Pharmascientech, 2(1), 1–9.

17. Kurniawan, A., Susanti, D., & Setiawan, H. (2021). Sistem informasi logistik farmasi dalam manajemen obat rumah sakit. Jurnal Farmasi Indonesia, 14(1), 45–52.

18. Fitriani, R., Susanto, A., & Dewi, N. (2022). Pengaruh lama kerja terhadap pengetahuan apoteker dalam pengelolaan obat di rumah sakit. Jurnal Farmasi Rumah Sakit, 10(1), 55–62.

19. Gheewala, P. A., Bhowmik, D., & Shewade, D. G. (2018). Role of pharmacist in patient care. PharmaTutor, 6(12), 12–18.

20. Ikatan Apoteker Indonesia. (2020). Kode Etik Apoteker Indonesia. Jakarta: Pengurus Pusat IAI.

21. Kementerian Kesehatan RI. (2016). Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes.

22. Octarina, N. F., Hasan, M., & Bowo, D. T. A. (2022). Pertanggungjawaban pidana terhadap kepemilikan obat keras tanpa resep dokter. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-I, 9(4), 1059–1074. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v9i4.26697

23. Putri, U. N., Keswara, Y. D., & Widyaningrum, R. (2024). Evaluasi pengelolaan obat narkotika, psikotropika dan prekursor di Rumah Sakit X Kota Surakarta berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1).

24. Rahman, D. R., Wijayanti, S., & Novrianti, I. (2024). Penyimpanan obat di Instalasi Farmasi (IFRS) RSUD Dr. H. Jusuf SK: Psikotropika dan narkotika. Jurnal Kesehatan Tambusai.

Published

2025-12-31

How to Cite

Indah, D., Budiastuti, R. F., Akbar, R., Nopratilova, & Adina, A. B. (2025). Analisis Implementasi Standar Distribusi dan Penyimpanan Obat Narkotika dan Psikotropika di Instalasi Farmasi di Jawa Barat. Journal of Global Pharmacy Research (JGPR), 1(02), 64–73. https://doi.org/10.56904/jgpr.v1i02.173
Views
  • Abstract 15
  • PDF (Bahasa Indonesia) 14
Universitas Global Jakarta